Eksploitasi telur penyu di P. Pesemut

EKSPLOITASI/PERDAGANGAN TELUR PENYU DI PULAU PESEMUT MEMPERCEPAT PUNAHNYA PENYU DI BELITUNG TIMUR

OLEH YAYASAN PENYU LAUT INDONESIA

Pulau Pesemut merupakan pulau terluar dari gugusan kepulauan di Kabupaten Belitung Timur Propinsi Bangka Belitung, Pulau ini sangat indah sekali karena di kelilingi oleh pasir putih yang terhampar luas mengelilingi pulau tersebut, selain kita bisa melihat pemandangan yang indah, setiap pagi kita juga bisa melihat bekas jejak penyu yang tadi malam bertelur di pantai. Pulau ini memang merupakan salah satu habitat peneluran penyu yang masih baik, ada dua jenis penyu yang bertelur di pulau ini yaitu penyu sisik dan penyu hijau kedua jenis penyu tersebut termasuk langka dan dilindungi oleh Undang-Undang Konservasi No. 5 tahun 1990 dan PP No. 7 & 8 tahun 1999.

Menurut info yang kami dapat pada saat kunjungan kami ke KKP Belitung Timur pada Maret 2012, Pulau Pesemut akan ditetapkan sebagai zona inti oleh PEMDA Belitung Timur, artinya di pulau ini tidak boleh melakukan kegiatan lain kecuali observasi dan penelitian. P. Pesemut selain tempat habitat alami peneluran penyu juga terdapat lampu mercusuar yang dijaga oleh petugas lampu dari Distrik Navigasi Tanjung Priok Jakarta.

Kami sempat mengambil gambar secara sembunyi-sembunyi, gambar ini adalah telur-telur penyu yang dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung oleh petugas lampu mercusuar di Pulau Pesemut menunggu pengepul datang untuk membawanya dan menjual ke pasar-pasar di Manggar dan Tanjung Pandan.

 

 

 

Sepertinya instansi terkait tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah pengambilan telur penyu di P. Pesemut, kurangnya kesadaran masyarakat akan pemahaman pelestarian penyu di wilayah Belitung khususnya Belitung Timur bisa membawa dampak pada cepatnya proses kepunahan satwa langka ini, karena dengan adanya eksploitasi telur-telur penyu tanpa memikirkan regenerasinya maka tidak mustahil di masa yang akan datang akan sulit menjumpai penyu di perairan Belitung khususnya.

Di bawah ini adalah gambar-gambar yang telah kami ambil saat kami/Yayasan Penyu Laut Indonesia masih melakukan kegiatan pelestarian penyu di Pulau Pesemut, tetapi sejak awal Pebruari 2012 kegiatan dihentikan karena adanya manipulasi data yang dilaporkan oleh petugas lampu mercusuar yang sebelumnya telah membantu kegiatan kami di Pulau Pesemut, oknum petugas lampu mercusuar telah memperbanyak jumlah sarang-sarang yang ada setiap bulannya ( telur yang ada dalam 1 sarang mereka perbanyak menjadi 3 atau 4 sarang) sehingga penghasilan mereka bertambah karena kami membayar mereka berdasarkan banyaknya sarang yang ada dalam satu bulan. Tetapi setelah YPLI menghentikan kegiatannya di Pulau Pesemut, para oknum penjaga lampu mercuasuar sudah tidak lagi memperbanyak sarang tetapi mereka mengambil seluruh telur-telur penyu yang ada di dalam sarang, mengumpulkannya lalu menjualnya, dengan cara ini tentunya sudah tidak ada lagi regenerasi penyu yang menetas di Pulau Pesemut, jika ini dibiarkan maka tidak mustahil di masa yang akan datang tidak ada lagi penyu yang naik bertelur karena seperti diketahui penyu akan naik bertelur di suatu lokasi di mana mereka ditetaskan.

 

 

 

Tentunya akan sangat disayangkan jika di masa yang akan datang, kita tidak dapat lagi menyaksikan apa yang terlihat di dalam foto-foto tersebut di atas.

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>